About Me
Agustus 2009. 21 tahun sudah aku mengarungi samudra hidup dengan beribu Nikmat Allah yang masih aku rasakan saat ini. Seiring Kemerdekaan, Seiring rasa cinta terhadap bangsa dan negara ini,begitulah degub jantung ini menunggu kedatangan bertambah usiaku. Umur yang diberikan Nya belum bisa aku pertanggung jawabkan, ku tak tau apa yang akan aku Jawab jika umur ini aku sia-siakan begitu saja. Entah berapa lama umur ini. Semoga dengan beriring waktu yang ku pakai, dapat menyadarkanku untuk kembali bersyukur terhadap nikmat Allah yang aku terima.
Aku begitulah panggilan akrabku terhadap diriku sendiri. Tidak ada yang dapat aku banggakan kecuali hanya seorang yang kecil. Tapi saling menghargai itu adalah hal penting dalam hidupku. Bukan untuk menghargai tentang keberadaan, atau dengan adanya diriku, tetapi menghargai apa yang aku perbuat. Yah, mungkin aku hanyalah seorang yang sedang mencari apa yang aku cari.
Ngeblog. Mengapa ngeblog?, tentusaja setiap orang bebas untuk ngeblog, tapi tidak ada yang istimewa untukku. Yah terkadang aku merasa lebih nyaman jika yang aku ketahui, aku share dengan orang lain. Mungkin itulah salah satu alasan aku go blog. Bukan bermaksud mengatakan “Inilah aku”, tapi aku hadir di dunia blog hanya sekedar ingin bersilaturahmi, berkomentar, berpendapat, sharing, dan mungkin sebagai kegiatan supaya tetap ONLINE..
. Cari Uang Di internet Mungkin itu dapat kita lakukan dengan blogging. Tapi walaupun masih aku jalani, tetapi kenapa aku tidak begitu tertarik?, entahlah. Mungkin masih ada cara lain untuk cari uang yah..?, haha…
Bukanlah apa-apa kecuali hanya seorang blogger yang terbuang. ngeblog bagiku bukan untuk terkenal. bukan untuk dibanggakan, bukan untuk di jadikan panutan. Tapi mungkin blogging merupakan sebuah kebutuhan bagiku, selama bisa ONLINE, blogging akan membantuku untuk membuka wawasan. Menuju sebuah pandangan yang lepas, seperti halnya pandangan terbuka, maya tapi nyata. Pandangan realistis kah yang anda maksud?
Pandangan Realistis bagiku adalah sebuah penghargaan terhadap kerja keras. Penghargaan bukanlah berarti sebuah Award atau Tropy, piagam atau sebagainya, tetapi penghargaan yang aku maksud adalah sebuah respon positif atau negatif terhadap apa yang telah aku perbuat. Karena perbuatan itu adalah sebuah proses. Proses itulah sesuatu yang Nyata (Real).
Berbicara tentang hasil. Boleh kita ibaratkan dengan seorang anak yang sedang sakit parah, apa yang kita lakukan?, bukankah kita berupaya untuk mengobatinya?, bukankah kita selalu meminta dan memohon kesembuhan kepada Sang Khalik?. Nah upaya atau usaha itu merupakan PROSES. Jika proses telah terlaksana, tentu hasil yang akan di dapat. Apa hasilnya?…, bukankah itu sesuatu kemungkinan?. KEMUNGKINAN berarti tidak tidak jelas jika tidak jelas berarti SEMU, jika semu berarti TIDAK NYATA.
Kemauan, kemauan itu bermula dari sebuah impian, harapan, ambisi yang membangkitkan SEMANGAT. Semangat juga akan banyak persimpangannya. Semangat terkadang salah arah jika semangat itu berawal dari impian dan harapan yang tidak terkendali. Semangat dapat kita belokkan ke arah yang lebih baik jika diiringi dengan TAWAKKAL.
Sekelompok bangsa yang memiliki KEMAUAN untuk maju, mereka selalu berusaha. Mereka tidak melihat apa yang mereka usahakan tersebut dari sisi Duniawi, tetapi mereka melihat dari sisi Sosial dan hubungan timbal balik terhadap Tanggung jawab. Hingga mereka mengatakan dalam slogan yang mereka iming-imingkan :
Kami tidak memiliki Ilmu, tetapi kami punya kemauan.
Singkat. Mereka menyambung kata-kata mereka dengan kalimat berikutnya “karena dengan kemauan, sedikit demi sedikit kami akan memiliki pengetahuan”. Tidak pernah terpikir olehku kata-kata lanjutan tersebut. Tetapi setelah hal itu aku alami sendiri, betapa aku terkagum dengan slogan kelompok tersebut.
Kemana mereka sekarang?, mungkin mereka telah lenyap disaat banjir besar yang melanda dunia di zaman Nabi Nuh dahulunya, atau mereka sudah menjadi fosil manusia purba yang sering ditemukan berbagai Ilmuwan “Pembohong” diluar sana. tetapi tidak dengan Tulisan yang mereka berikan.
Apakah mereka monyet?,.. hahaha (Mulai melenceng deh**). Tidak.!!!, mereka tidaklah berbeda dengan kita, mereka MANUSIA, yang sama-sama mengakui nenek moyang ADAM.as dan Hawa. Mungkin aku yang ( monyet besar!!) ikut-ikutan percaya dengan pembodohan itu, yang jelas manusia bukan dari monyet.
Kembali ke realistis. Mereka menemukan fosil manusia purba, yang berbentuk monyet, dan menyangka monyetlah bentuk manusia jaman dahulu. Dan kemudian mereka mungkin mengatakan itu Fakta dan ada Bukti. “Ok”, tapi aku juga punya bukti yang lebih konkrit
. Coba pecahkan masalah ini. Jika manusia dahulunya adalah monyet, kenapa monyet masih ada ?. apakah beliau akan menjadi manusia dizaman berikutnya?. hahaha… tetap aja monyet itu monyet, bukan manusia. Ah… sudahlah, aku bukan ahli protes,.
Kemudian kembali untuk mengenal aku. aku atau kamu?, hehe… seperti itulah. Jika kamu membayangkan aku seperti kamu, begitulah aku, jika kamu membayangkan aku monyet kerdil, maka seperti itulah gambarannya.
Ejekan, pasti ada!, apalagi ketika berbicara dengan seorang INTELEKTUAL, tentu mereka menganggap diriku seperti semut merah yang gampang untuk di matiin. Mereka salah, mereka tidak Ingat ketika mereka Sholat, mereka mengangkat takbir, kemudian berkata “Allah Maha Besar”. Bukankah Allah yang maha besar?, bukan mereka, begitu juga dengan aku. Aku katakan “Allah Maha Besar”. tidak beda dengan yang dikatakan mereka, Kecuali mereka juga termasuk PEMBOHONG BESAR. Jadi kesimpulannya adalah kita sama-sama kecil.







kayak cerita nabi aja ni pakai fosil segala dan memang manusia bukan dari monyet, ilmu yang mengatakan manusia adalah dari monyet adalah pembohongan besar terhadap manusia apalagi yang mempercayainya.
ni judul na tadi tentang yg pnya blog apa tentang m*ny*t sih….
kbnyakan bahas si m*ny*t…
tapi kata” na paten bng…
salam kenal saja sodaraku…..makasih kunjungan perdananya
bagaimana untuk saya jadikan blog sya (blogger) menjadi template seperti anda cth ruangan komen yg seperti facebook
Oh untuk blogger blom bisa bro..